Up and Down

aku tak ingin berlari, aku siap berdiri paling depan untuk menerima cacian, dan berlalu seperti daun yang terhempas..


Ini menyayat hati, aku merasa selalu terpojok.. raut wajah nya seolah berkata "kamu yang salah!". dan aku terpojok dalam ruang sempit, sesak untuk meraih udara..
mereka seperti berkata, " salahkan saja dia, yang tak pernah becus.."..
Sesak di dada tak ada yang pernah tau, murka di wajah dan mulut mudah terlihat..

Aku yang mencoba terus berdiri.. selagi kaki dan hati masih ada yang menguatkan..

Komentar

Postingan Populer