Melaksanakan Puasa di tengah Corona

Hari ini tanggal 27 April 2020, sudah masuk puasa hari ke-4 . Terasa cepat hari berlalu. Ini Ramadhan berbeda bagiku, negaraku, dan saudaraku sesama muslim diseluruh negeri. Kami sedang menghadapi wabah virus Covid 19 (Corona) yang semakin hari semakin bertambah korbannya. Masyarakat yang biasa melaksanakan ibadah puasa dengan sukacita kini ada sesuatu yang mengganjal terasa. Di daerah - daerah mulai diberlakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang awalnya Social Distancing. Setiap orang kini harus berjaga jarak, wajib masker, dan disarankan untuk "DirumahAja". 

Ramadhan yang biasa kami lalui dengan solat Tarawih berjamaah, buka bersama, sahur on the road, dan kegiatan khas Ramadhan lainnya kini tidak bisa kami lakukan. Untuk mudik pun masyarakat dihimbau untuk tidak pulang ke kampung halamannya. Semua itu dilakukan sebagai upaya untuk menekan penyebaran virus tersebut. 

Dampak dari virus ini pun bukan hanya pada kesehatan masyarakat, tapi pada segi ekonomi, sosial, dan lainnya. Ada diantara pelaku usaha yang mengeluhkan omset mereka yang turun, hingga mereka harus menutup usahanya karena penghasilan mereka turun, sedangkan pengeluaran tetap berjalan, tapi ada juga yang tetap berjuang dengan segala keterbatasan yang ada. Banyak pekerja yang dirumahkan karena perusahaan tempat mereka bekerja terdampak peristiwa ini. Masyarakat menjadi menghindari untuk melakukan interaksi sosial secara nyata karena mereka takut tertular virus Corona. Masyarakat sekarang lebih memilih berinteraksi sosial lewat media online. Bekerja, berbelanja, bahkan untuk sekedar bercerita juga dilakukan melalui media online. 

Berbeda bagi para pekerja di Garda terdepan, seperti para dokter, perawat, dan para pekerja lainnya khususnya di bidang kesehatan, mereka harus tetap bekerja untuk membantu para pasien yang sakit khususnya yang terjangkit virus Covid 19 (Corona). Mereka harus berjuang di garis terdepan.

Tuhan memang Maha Adil, disetiap peristiwa ada hal yang membuat kita belajar dan berpikir lebih bijak. Dari peristiwa ini banyak masyarakat awalnya terlalu sibuk urusan bekerja, kini mereka menikmati waktu yang lebih banyak bersama keluarga. 

Semoga wabah ini cepat berlalu, yang sakit disembuhkan, yang dirumahkan rejekinya tetap ada, yang harus tetap bekerja diberikan keikhlasan, dan do'a untuk masyarakat dunia bisa diberikan kesehatan, keselamatan, kesabaran, serta keikhlasan untuk melewati cobaan ini. Semoga Ramadhan kali ini memberikan banyak hikmah dan kita bisa kembali Fitri di hari Kemenangan nanti. Aamiin ya Rabbal Alamin ..


Komentar

Postingan Populer